Event Pharmacy

LKTM

LKTM merupakan sebuah pelatihan kepemimpinan ditingkat madya dengan yang bertujuan untuk melakukan pendewasaan diri terhadap para peserta. Pada pelatihan ini tidak dibebankan lagi akan sebuah peraturan yg mengikat secara terbuka. Dengan sistem andragogi, diharapkan peserta mampu mengaktualisasikan setiap materi yang didapatkan.

Dalam LKTM ini terdapat beberapa materi yang nantinya merupakan lanjutan dari materi yang sudah didapatkan dari LKTD. Materi tersebut bersumber dari pedoman perkaderan yang memuat tentang pergerakan mahasiswa, manajemen konflik, komunikasi efektif, konstitusi UHAMKA, analisa SWOT, problem solving serta analisis social.

Pada tahun ini, BEM FFS UHAMKA menyelenggarakan LKTM dengan tema “Membentuk Karakter Mahasiswa yang Peduli terhadap Kondisi Masyarakat “
di daerah Cioray-Lewikaret Bogor. Tema ini diangkat berdasarkan hasil analisis kebutuhan dari fakultas farmasi. Goal setting  dari pelatihan ini adalah berubahnya pola pikir dari para mahasiswa dalam memandang suatu kejadian agar dapat memajukan Indonesia khususnya fakultas farmasi dan sains UHAMKA dan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan, jiwa sosial dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Konsep yang diangkat dalam LKTM ini mengambil dari dasar keilmuan fakultas farmasi yaitu kesehatan dengan tidak menghilangkan pokok – pokok dalam LKTM itu sendiri yaitu sebuah analisis dengan solusi penyelesaiannya. Berangkat dari konsep tersebut yang memiliki tujuan untuk membentuk paradigma atau pola pikir dari peserta agar dapat melihat setiap sesuatu hal tidak berdasarkan kacamata sebelah.

Paradigma yang ingin di bentuk adalah sebuah pola pikir kritis dimana peserta dapat berfikiran kedepan dalam menghadapi setiap tantangan atau fenomena yang terus berkembang dimasyarakat. Sesuai dengan peran dan fungsinya yang menuntut para mahasiswa untuk terus aktif dan bergerak demi tercapainya kesejahteraan yang merata.

Di dalam LKTM ini para peserta diajak untuk berdiskusi berbagai macam problematika yang terjadi di indoneasia sekarang ini. Mengingat basic keilmuan farmasi adalah kesehatan, maka isu yang akan diangkat menjadi tema diskusi tidak lepas dari dunia kefarmasian / kesehatan.

Banyak hal yg dapat di kritisi dari setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait kesehatan masyarakat, namun ketidaktahuan serta enggan untuk bergerak menjadi salah satu faktor utama mengapa sampai saat ini masih banyak rakyat yang mengalami kesulitan dalam berobat dan cara menggunakan obat tersebut.

Disamping itu, kebijakan yg di buat oleh pemerintah secara tidak kita sadari sudah mulai merusak kesejahteraan masyarakat. Betapa pentingnya mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang seharusnya dapat mengkritisi setiap kebijakan yang ada malah diam dikekang oleh kerasnya sistem pendidikan kampus.

LKTM ini selain membentuk paradigma kearah pola pikir kritis, juga ingin mentransformasikan nilai – nilai dalam catur darma perguruan tinggi muhammadiyah poin ketiga yaitu pengabdian masyarakat untuk menjadi bentuk real dalam pengimplementasikannya. Diawali dari menganalisis keadaan lingkungan sampai mencari sumber masalah utama dan solusi dalam menanggapinya merupakan inti dari LKTM tahun ini.

Para peserta LKTM tahun 2017 di arahakan kepada bingkai sosial politik kemasyarakatan dengan metode analisa sosial. Metode ini di maksudkan agar para peserta dapat mengetahui fakta lapangan yg terjadi dalam sistem masyarakat, bukan lagi sekedar teori – teori para ahli apalagi hanya sekedar kabar burung yang beredar.

Substansi yang diangkat dalam analisa kali ini adalah menyoal lingkungan, tingkat pendidikan, serta konseling kesehatan. Ini menjadi vital mengingat banyak kebijakan yg dilakukan oleh pemerintah terkait hal tersebut malah tidak menyejahterahkan masyarakat. Padahal, pemerintah sudah memiliki kebijakan dalam menanggulanginya. Tetapi fakta berbicara bahwasanya program yang dikerjakan oleh pemerintah sama sekali tidak merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Setiap poin masalah yang sudah dianalisa nantinya akan di diskusikan untuk di cari solusi bersama dengan teknik problem solving serta analisis SWOT. Diharapkan solusi yang akan di pilih merupakan win – win solution dari setiap problematika yang sudah dianalisa. Rencana tindak lanjut dari hasil analisis adalah terealisasinya solusi yang sudah dipilih dengan tidak mengurangi esensi dari LKTM itu sendiri.

Setelah peserta dapat mengetahui sumber masalah dari analisis mereka serta dapat memilih solusi yang tepat, diharapkan adanya repitisi. Tujuannya adalah agar para peserta dapat menuangkan hasil dari LKTM ini kekehidupan bermasyarakat demi tercapainya cita – cita kesejahteraan yang merata.