Home

BEM FFS UHAMKA

PERIODE 2016 2017

BEM FFS UHAMKA

PERIODE 2016 2017

Structure Organization

Struktur Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa

Fakultas Farmasi dan Sains

2016 – 2017

Sovi Anggara
Ketua Umum BEM FFS UHAMKA
Khonsah Hanifah
Wakil Ketua Umum BEM FFS UHAMKA

 

 

 

 

 

 

 

Visi : Mewujudkan BEM Farmasi yang Sinergis, Inisiatif dan Aktif untuk mendedikasikan kepada Mahasiswa dan Masyarakat

Misi :

  1. Meningkatkan Rasa Kekeluargaan antar anggota BEM F, antar anggota lembaga Mahasiswa serta civitas kampus.
  2. Menjadikan wadah untuk menyalurkan minat dan aspirasi Mahasiswa Farmasi.
  3. Berperan dalam peningkatan dan perbaikan peran mahasiswa dengan membudayakan diskusi.

 

  • Sekretaris Umum BEM FFS Uhamka : Dini Suzakti
  • Bendahara Umum BEM FFS Uhamka : Indah Fitriandani
  • Bidang Organisasi
  • Kabid Bidang 1 Organisasi : Laisa Albi Rubian
  • Sekretaris Bidang : Pipit Irawati
  • Anggota Bidang :
    • Marwansyah
    • Isti Permatasari
  • Bidang Sosial Ekonomi
  • Kabid Bidang 2 Sosial Ekonomi : Ghina Nur Shabrina
  • Sekretaris Bidang : Odilla Fatina
  • Anggota Bidang :
    • Bima Nusantara
    • Adesi Chenia
    • Eka Nur Fadillah
  • Bidang Seni dan Olahraga
  • Kabid Bidang 3 Seni dan Olahraga : Rahmatia Yuni A
  • Sekretaris Bidang : Diana Sari Anhar
  • Anggota Bidang :
    • Negla Nurhidayah
    • Nanda Octavia
    • Dewi Murni
    • Hari Nur Setiadi
  • Bidang Komunikasi Informasi dan Teknologi
  • Kabid Bidang 4 : Diene Roufiani
  • Sekretaris Bidang : Rekno Setyaningsih
  • Anggota Bidang :
    • Rahman Sadli W
    • Afriani
    • Ai Suaidah

Event Pharmacy

LKTM

LKTM merupakan sebuah pelatihan kepemimpinan ditingkat madya dengan yang bertujuan untuk melakukan pendewasaan diri terhadap para peserta. Pada pelatihan ini tidak dibebankan lagi akan sebuah peraturan yg mengikat secara terbuka. Dengan sistem andragogi, diharapkan peserta mampu mengaktualisasikan setiap materi yang didapatkan.

Dalam LKTM ini terdapat beberapa materi yang nantinya merupakan lanjutan dari materi yang sudah didapatkan dari LKTD. Materi tersebut bersumber dari pedoman perkaderan yang memuat tentang pergerakan mahasiswa, manajemen konflik, komunikasi efektif, konstitusi UHAMKA, analisa SWOT, problem solving serta analisis social.

Pada tahun ini, BEM FFS UHAMKA menyelenggarakan LKTM dengan tema “Membentuk Karakter Mahasiswa yang Peduli terhadap Kondisi Masyarakat “
di daerah Cioray-Lewikaret Bogor. Tema ini diangkat berdasarkan hasil analisis kebutuhan dari fakultas farmasi. Goal setting  dari pelatihan ini adalah berubahnya pola pikir dari para mahasiswa dalam memandang suatu kejadian agar dapat memajukan Indonesia khususnya fakultas farmasi dan sains UHAMKA dan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan, jiwa sosial dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Konsep yang diangkat dalam LKTM ini mengambil dari dasar keilmuan fakultas farmasi yaitu kesehatan dengan tidak menghilangkan pokok – pokok dalam LKTM itu sendiri yaitu sebuah analisis dengan solusi penyelesaiannya. Berangkat dari konsep tersebut yang memiliki tujuan untuk membentuk paradigma atau pola pikir dari peserta agar dapat melihat setiap sesuatu hal tidak berdasarkan kacamata sebelah.

Paradigma yang ingin di bentuk adalah sebuah pola pikir kritis dimana peserta dapat berfikiran kedepan dalam menghadapi setiap tantangan atau fenomena yang terus berkembang dimasyarakat. Sesuai dengan peran dan fungsinya yang menuntut para mahasiswa untuk terus aktif dan bergerak demi tercapainya kesejahteraan yang merata.

Di dalam LKTM ini para peserta diajak untuk berdiskusi berbagai macam problematika yang terjadi di indoneasia sekarang ini. Mengingat basic keilmuan farmasi adalah kesehatan, maka isu yang akan diangkat menjadi tema diskusi tidak lepas dari dunia kefarmasian / kesehatan.

Banyak hal yg dapat di kritisi dari setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait kesehatan masyarakat, namun ketidaktahuan serta enggan untuk bergerak menjadi salah satu faktor utama mengapa sampai saat ini masih banyak rakyat yang mengalami kesulitan dalam berobat dan cara menggunakan obat tersebut.

Disamping itu, kebijakan yg di buat oleh pemerintah secara tidak kita sadari sudah mulai merusak kesejahteraan masyarakat. Betapa pentingnya mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang seharusnya dapat mengkritisi setiap kebijakan yang ada malah diam dikekang oleh kerasnya sistem pendidikan kampus.

LKTM ini selain membentuk paradigma kearah pola pikir kritis, juga ingin mentransformasikan nilai – nilai dalam catur darma perguruan tinggi muhammadiyah poin ketiga yaitu pengabdian masyarakat untuk menjadi bentuk real dalam pengimplementasikannya. Diawali dari menganalisis keadaan lingkungan sampai mencari sumber masalah utama dan solusi dalam menanggapinya merupakan inti dari LKTM tahun ini.

Para peserta LKTM tahun 2017 di arahakan kepada bingkai sosial politik kemasyarakatan dengan metode analisa sosial. Metode ini di maksudkan agar para peserta dapat mengetahui fakta lapangan yg terjadi dalam sistem masyarakat, bukan lagi sekedar teori – teori para ahli apalagi hanya sekedar kabar burung yang beredar.

Substansi yang diangkat dalam analisa kali ini adalah menyoal lingkungan, tingkat pendidikan, serta konseling kesehatan. Ini menjadi vital mengingat banyak kebijakan yg dilakukan oleh pemerintah terkait hal tersebut malah tidak menyejahterahkan masyarakat. Padahal, pemerintah sudah memiliki kebijakan dalam menanggulanginya. Tetapi fakta berbicara bahwasanya program yang dikerjakan oleh pemerintah sama sekali tidak merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Setiap poin masalah yang sudah dianalisa nantinya akan di diskusikan untuk di cari solusi bersama dengan teknik problem solving serta analisis SWOT. Diharapkan solusi yang akan di pilih merupakan win – win solution dari setiap problematika yang sudah dianalisa. Rencana tindak lanjut dari hasil analisis adalah terealisasinya solusi yang sudah dipilih dengan tidak mengurangi esensi dari LKTM itu sendiri.

Setelah peserta dapat mengetahui sumber masalah dari analisis mereka serta dapat memilih solusi yang tepat, diharapkan adanya repitisi. Tujuannya adalah agar para peserta dapat menuangkan hasil dari LKTM ini kekehidupan bermasyarakat demi tercapainya cita – cita kesejahteraan yang merata.

News

Teka-teki di Balik Meredupnya Bintang “Megastruktur Alien”

Bintang “Megastruktur Alien” ini telah lama menarik rasa ingin tahu para ilmuwan karena perilaku ganjilnya yang memicu kemunculan teori-teori baru.

Teka-teki di Balik Meredupnya Bintang ''Megastruktur Alien''Ilustrasi fenomena badai komet di Bintang Tabby. (NASA/JPL-Caltech)

Beberapa minggu terakhir, astronom amatir maupun profesional terus mengarahkan teleskop mereka ke objek luar angkasa bernama KIC 8462852 atau dikenal sebagai bintang Tabby atau bintang “Megastruktur Alien”. Hal tersebut dilakukan karena cahaya bintang Tabby mulai meredup hingga kehilangan lebih dari 20 persen cahayanya.

Biasanya, peredupan pada bintang terjadi karena ada objek—seperti planet—yang mengorbit bintang jauh.Tetapi meredupnya bintang Tabby merupakan kasus unik. Jika penyebabnya adalah planet yang melintas, peredupan cahaya tidak mungkin sebesar yang terjadi pada bintang Tabby. Sebagai perbandingan, planet raksasa seperti Jupiter hanya akan meredupkan cahaya bintang sebesar satu persen.

Banyak teori yang berkembang soal perilaku aneh ini. Tahun 2015 lalu, Jason Wright, astronom Pennsylvania State University mengemukakan pendapat bahwa peredupan itu bisa jadi disebabkan oleh Dyson Sphere—megastruktur alien, hipotesis yang diusulkan oleh fisikawan Freeman Dyson pada 1960. Menurut hipotesis, Dyson Sphere merupakan struktur raksasa yang dapat menyedot tenaga surya hasil kreasi peradaban maju. Selama pembangunannya, struktur ini akan mengorbit Matahari dan sesekali menghalangi cahayanya. Dyson menganjurkan kepada para astronom untuk meneliti lebih lanjut struktur ini untuk membantu menemukan peradaban alien.

Tapi jangan keburu panik dulu. Sebab, alien berada di urutan terbawah dalam daftar penyebab fenomena alam. Pengamatan paling baru akhirnya dapat mengantarkan para peneliti pada jawaban yang lebih ilmiah. Beberapa ilmuwan menduga ada sesuatu yang sangat besar mengorbit bintang, seperti gerombolan komet.

Matt Muterspaugh, astronom Tennessee State University menyampaikan kepada Loren Grush dari The Verge, Jika penyebabnya badai komet, maka artinya komet-komet tersebut mengorbit sangat dekat dengan bintang yang memanaskan mereka sehingga cukup untuk membuat komet-komet itu muncul dalam gambar inframerah. Namun seandainya megastruktur alien memang penyebabnya, para ilmuwan belum yakin bagaimana penampakannya.

“Teori itu [megastruktur alien] masih menjadi salah satu yang valid,” ujar Muterspaugh. Kemudian ia menambahkan, “Kami akan sangat tidak suka mengarah ke pemikiran itu, karena merupakan hal yang cukup besar. Tentu akan luar biasa, tetapi sebagai ilmuwan, kami berharap ada penjelasan yang lebih ilmiah.”

Awal tahun ini, sebuah tim astronom muncul dengan teori menarik lainnya. Menurut hipotesis mereka, bintang Tabby telah memakan salah satu planetnya sendiri pada suatu waktu dalam sepuluh ribu tahun terakhir. Peristiwa itu memicu bintang bersinar lebih cerah, dan sekarang, bintang itu meredup karena sedang mencerna makanan kosmiknya

(Lutfi Fauziah. Sumber: National Geographic, Smithsonianmag.com)